Sang Putri Salju Akhirnya Datang Juga


Catatan Perjalanan Usaha Jamur Tiram, Kamis 10 Desember 2009


Sang Putri Salju Akhirnya Datang Juga



Hampir dua bulan pengerjaan kumbung untuk jamur tiram berjalan, di mulai pada tanggal 14 Oktober 2009 hingga kini kedua kumbung berukuran besar kapasitas lebih kurang 20.000 baglog untuk masing-masing kumbung telah siap. Sebelum bibit jamur masuk ke kumbung terlebih dahulu kumbung di semprot formalin agar bibit-bibit telur dari larva serangga yang ada dibambu bisa diseterilkan. Setelah sepuluh hari penyemprotan oleh formalin baru kemudian dilanjutkan penyemprotan dengan alcohol 96% kesemua rak-rak bamboo yang berada didalam kumbung. Fungsinya kali ini agar sisa-sisa penyemprotan dengan formalin dapat dinetralisir oleh alcohol tadi. Sehingga kalau tidak disemprot alcohol sisa formalin yang melekat dibambu bisa mengganggu kesehatan dan kulit tangan yang menyentuh rak bambu terasa kebal.

Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba, ibu Ira sebagai plasma penyedia bibit jamur tiram datang survey ke kumbung untuk memastikan apakah sudah siap bila bibit dikirim ke kumbung. Walaupun persiapan untuk di kumbung belum sepenuhnya siap, kami mau tidak mau harus siap. Seperti penyedian air untuk penyiraman masih sedang ditangani mas Widyo saudara saya yang menangani instalasi listrik. Ke esokan lusa tepat tanggal 10 Desember sang putri salju pun tiba diantar dengan menggunakan mobil bak carry sebanyak 1.000 baglog. Dilanjutkan besoknya sebanyak 1.000 baglog lagi sehingga baru 2.000 baglog yang terkirim dari 7.500 baglog yang kami pesan. Kami menggunakan gerobak untuk mengangkut baglog ke lokasi kumbung. Rasanya pinggang mau rontok kecapean mengangkut bolak balik ke kumbung meskipun sudah dibantu tenaga borongan orang desa setempat. Tapi semua itu sirna, lelah dan capai berganti harapan begitu melihat si cantik elok Sang Putri Salju jamur tiram masuk masuk ke kumbung. Selamat datang sang putri.

Langkah Kecil Awal Menuju Impian


Catatan Perjalanan Usaha Jamur Tiram, 12 Oktober 2009

Langkah Kecil Awal Menuju Impian

Untuk kesekian kalinya setelah pencarian lokasi dibeberapa tempat yang cukup melelahkan dan masing-masing punya kelebihan tersendiri, misalnya lokasi di Cianjur berdekatan langsung dibibir sungai, lebar lebih kurang 20 meter. Merupakan sungai berair dangkal dengan arus sungai yang deras. Batu-batu besar kecil berserakan ditengah sungai berair jernih. Anak-anak desa bertelanjang bulat penuh riang asik berenang dan bercanda satu sama lainnya.

Lokasi tempat kumbung milik Haji Eman dulunya bekas peternakan ayam, disampingya terdapat kolam ikan yang berubah ditanami sayuran dan jambu biji. Sayangnya tempat yang elok pemandangannya kami putuskan tidakmengambil disana. Dengan asumsi beberapa pertimbangan.

Pagi, Ahad 11 Oktober 2009 saya meluncur ke Islamic ke tempat jalur bis di pintu tol Karawaci. Cuaca cerah mengawali langkah saya, ditemani adik saya Indra, kami langsung berangkat naik bis arah rute Kampung Rambutan. Tepat jam 9 pagi kami tiba di Ciawi mampir dulu sebentar ke tempat Firman pegawainya ibu Muchtar kakak kandung ibu Vivi. Di tempat kumbung ibu Muchtar terdapat dua kumbung besar dengan standart kumbung ( yang menurut kami sangat mewah) berkapasitas masing-masing 10.000 baglog. Kebetulan pagi itu beliau ada di lokasi kumbung miliknya. Saya berbincang-bincang dengan beliau dibawah pondokan vila mewah yang terbuat dari kayu jati dan mahoni.

Lokasi tempat tinggal pak Aweng naik lagi keatas ke arah Tapos tempatnya pak Harto. Sampai di lapangan bola Cibeduk kami turun dari angkot berjalan menyusuri liku-liku gang yang sempit diantara rumah-rumah penduduk. Sekitar 100 meteran dari lapangan bola kami tiba dilokasi. Acara perjanjian sewa lahan alhamdulillah berjalan lancar. Ini langkah awal dalam hidupku untuk menapaki kesuksesan yang terasa masih panjang. Amin.

Si Emas Putih Jamur Tiram

Duh...sering banget saya ditanya'in mengenai cara pemasaran jamur tiram. Memang sich waktu dulu memulainya saya juga rada bingung, lalu saya coba menitipkan ke tukang sayur yg lewat atau waktu nemanin istri belanja dipasar traditional sering juga nanya-nanya ini itu ke tukang sayur atau pura2 belanja sayur atau jamur tiram juga. Lalu tanya juga apakah mereka mau beli jamur tiram yang masih segerrr karena baru aja dipetik nich bang......he..he..he. Pasti si abang sayur kan kaget tuch, and campur bingung...(ini orang serius gak sich nawarin jamur tiram). Dia pikir jamur tiram hanya tumbuh didaerah dingin only....padahal kan jamur tiram gampang banget tumbuhnya asal suhu dan kelembabannya memenuhi syarat aja...gitu lhooo...So setelah mereka percaya sama kwalitas jamur tiram kita, rata-rata para pedagang/pengepul jamur akan datang dengan sendirinya ke tempat pertanian kita. Malah kadang-kadang para pedagang tsb akan menantang kita "Pak, kalau ada 1 ton sehari, buat saya semua dech". Jadi gak perlu biaya untuk promosi donk, apalagi sekarang jaman internet. Pemasaran bisa lebih mudah kok......
Istri saya malah mengemasnya dengan cara diplastikin 1/4 kilo and kemasannya dibikin lebih keren dikit. Jatuh-jatuhnya harganya lebih mahal sich....tapi kalau dipikir-pikir wanita memang kreatif daripada mahluk lelaki kalau mengenai pemasaran barang, atau kalau disekolah yg namanya wanita memang sering ngerumpi, so daripada ngerumpi gak keruan and ngomong ngalor ngidul sering ujung2nya...ngomongin dapur...masak apakah hari ini?....ternyata jamur tiram putih telah menjadi salah satu menu favorite keluarga. Ada yg di pepes..ada yang ditumis..ada juga yang dijadikan cemilan misalnya digoreng..kering...lalu dicocol saus sambal atau saus tomat. Kalau penggemar masakan jepang jamur tiram putih kadang juga untuk shabu-shabu.
Sebelum kita masuk dalam tahap pemasaran kita juga harus selalu..mencoba untuk menikmati
jamur tiram putih...menurut istri saya, teman-temannya ternyata rata-rata semua menyukai..jamur.Ada yang bilang rasanya kaya ayam kalau di masak suir-suir. So kenapa harus ragu untuk membudi -dayakan jamur tiram putih ini, di setiap pasar saya liat rata-rata penjual sayur pasti menjual jamur ini apalagi kalau dalam kondisi yang segar dan baru di petik...wow uenak tenan....gak percaya coba aja...survey membuktikan..setiap tukang sayur rata-rata pasti jual jamur tiram putih ini kalau gak jual yah tawarin aja simplekan????
Atau kalau mau duit muternya agak lama dikit, bisa juga jual ke pasar modern/hipermart atau restaurant tapi yang pasti kalau jual kesana untungnya memang lebih gede. Sekarang pilihan jualnya terserah anda-anda semua.